PROGRAM SOSIAL BANK INDONESIA KANTOR PERWAKILAN PROVINSI BANTEN

Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Propinsi Banten telah memilih Desa Sawarna sebagai lokasi kegiatan program.  Program ini merupakan hasil kesepakatan kerja sama yang dilakukan oleh BI Kantor Perwakilan Propinsi Banten dengan Kabupaten Lebak. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan Desa Sawarna sebagai desa wisata unggulan yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak, yang mampu mendorong peningkatan perekonomian lokal, membuka peluang kerja dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal.

Program yang telah berjalan selama 3 (tiga) tahun sejak 2014 ini, telah menyelenggarakan beberapa kegiatan bersama masyarakat lokal.  Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya adalah

Program Tahun 2014

Pelatihan Homestay

Desa Sawarna memiliki lebih dari 70 homestay dan penginapan yang dikelola oleh penduduk Desa Sawarna. Perkembangan pariwisata yang cepat serta tidak adanya satu pengelolaan, membuat standar homestay dan penginapan serta standar pelayanannya belum sesuai dengan standar umum yang disepakati. Melihat kondisi seperti ini maka Bank Indonesia Kantor Perwakilan Banten melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) mengadakan Pelatihan Homestay. Pelatihan homestay dilakukan pada tanggal 19 dan 28 November 2014 yang disampaikan oleh pengajar dari Lembur Pancawati. Melalui Pelatihan Homestay, diharapkan pemilik homestay dan penginapan mampu mengoperasikan homestay dan penginapannya dengan lebih berkualitas, memiliki daya saing dan ramah lingkungan sehingga dapat memberikan sumbangan dalam meningkatkan pengelolaan kawasan destinasi wisata Desa Sawarna.

Pelatihan Kuliner

Pengunjung di Desa Wisata Sawarna akan membutuhkan makan pagi/sarapan, makan siang, makan malam dan kudapan (snacks).  Sejak Sawarna mulai dikunjungi oleh banyak wisatawan, maka salah satu fasilitas wisata yang dibutuhkan oleh wisatawan adalah fasilitas rumah makan, warung dan restoran. Lokasi makan bisa di dalam ruangan atau di luar ruangan. Bahan-bahan makanan diharapkan mengandung cukup karbohidrat, serat, dan protein. Pelayanan dalam penyediaan makanan dirasakan masih kurang mengingat tidak adanya standar penyediaan bahan, pengolahan dan penyajian.  Keluhan dari para pengunjung, khususnya mengenai ketersediaan makanan di penginapan dan homestay pun masih dirasakan.  Oleh karena itu Pelatihan Kuliner diselenggarakan pada tanggal 20 November 2014 yang dibawakan oleh Chef Yoen Wachyu dari Lembur Pancawati.  Tujuan pelatihan adalah untuk menemukenali makanan khas Daerah Sawarna sekaligus meningkatkan kemampuan serta keterampilan pemilik warung makan, homestay dan penginapan dalam pengelola makanan termasuk peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

Pelatihan Kerajinan Kriya Kayu

Di Desa Sawarna terdapat pengrajin kayu yang mampu menghasilkan produk mebel seperti kursi, lemari, pintu dan lain-lain.  Produk mebel dari bahan kayu kelapa pun sudah terdapat di Desa Sawarna.  Beberapa produk kerajinan kayu yang telah ada di Sawarna diantaranya adalah gitar dan kolotok (kalung) sapi.   Desa Sawarna pada tahun 2010 pernah mengirimkan beberapa  anak muda untuk belajar ukiran kayu ke Sleman DI. Jogjakarta, akan tetapi kelompok kerajinan kayu ini tidak berjalan dikarenakan tidak adanya peralatan yang dapat menunjang kegiatan kerajinan kayu tersebut.  Pada kesempatan pelatihan kali ini, Bank Indonesia membantu memfasilitasi calon kelompok pengrajin kayu dengan pelatihan kerajinan kriya kayu dan peralatan yang memadai.  Pihak BI sangat mengharapkan kelompok kerajinan ukiran kayu dapat tumbuh kembali dan dapat segera memulai produksi cinderamata ukiran kayu khas Desa Sawarna. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 19 dan 20 November 2014 yang dibawakan oleh Bapak Purwanto dari Rik Rok Pencil Gaul yang berlokasi di Desa Wanurejo – Magelang, Jawa Tengah.

Pelatihan Kerajinan Daur Ulang

Bertambahnya jumlah sampah menjadi salah satu dampak dari perkembangan pariwisata di Desa Sawarna.  Salah satu cara menguranginya adalah dengan mendaur ulang kembali sampah tersebut.  Pelatihan Cinderamata bahan daur ulang diselenggarakan untuk menjawab salah satu masalah sampah yang berlebih. Pelatihan cinderamata bahan daur ulang disampaikan oleh Ibu Natalia dan Ibu Atun dari Kelompok Ibu-ibu PKK “Campernik” asal Pangandaran diadakan pada tanggal 27 November 2014. Materi pelatihan berisi diantaranya tentang teknik persiapan bahan daur ulang,  cara  pembuatan, dan strategi pemasaran.  Hal yang perlu diperhatikan juga, sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini adalah penguatan kelompok pengrajin agar koordinasi dan kreatifitas pembuatan cinderamata terkoordinir dan berjalan lancar.

Pelatihan Pemandu

Pelatihan Pemandu Wisata dilaksanakan pada tanggal 27 November 2014. Pelatihan Pemandu Wisata diberikan di Desa Sawarna mengingat bahwa belum ada pemandu wisata lokal yang pernah mendapatkan pelatihan pemandu. Diharapkan peserta pelatihan dapat memiliki persamaan presepsi mengenai pariwisata serta memahami kode etik dalam menjalankan profesinya sebagai pemandu. Pemandu wisata mewakili citra daerahnya dan citra bangsa, oleh karena itu kode etik sangat dibutuhkan agar pemandu wisata tidak salah dalam melakukan kegiatan kepemanduan. Profesi pemandu wisata yang profesional dapat memberikan kesan yang baik sehingga wisatawan memilik keinginan untuk berkunjung kembali..

Program Tahun 2015

Pelatihan Homestay lanjutan

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Penginapan dan Homestay lanjutan dilaksanakan tanggal 10-11 November 2015 di Kantor Balai Desa Sawarna. Selain mengulang kembali beberapa materi mengenai jenis-jenis penginapan.  Materi yang lebih dalam disampaikan adalah fasilitas, aspek teknis arsitektural, dan penginapang yang lebih ramah lingkungan.  Setelah pemberian materi dan diskusi dengan pemilik homestay pelatihan dilanjutkan dengan kunjungan langsung pada hari kedua. Berdasarkan diskusi dengan masyarakat 3 homestay dan penginapan yang dikunjungi untuk dinilai berdasarkan aspek fasilitas, arsitektural, pengelolaan, dan pelayanan adalah Penginapan Seroja, Penginapan Clara, dan Homestay Widi. Kesimpulan yang didapat dari hasil kunjungan adalah penginapan dan homestay harus memenuhi 4 aspek penting yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Pemandu

Desa Sawarna memiliki pemandu wisata yang biasanya berasal dari tukang ojek. Pemandu ini biasanya beroperasi dengan menggunakan ojek untuk mengantar wisatawan yang ingin pergi ke beberapa titik lokasi wisata seperti Pantai Pasir Putih, Tanjung Layar, Legon Pari, dan yang lainnya. Pelatihan Bahasa Inggris bagi pemandu wisata disampaikan oleh nara sumber tunggal dari HPI Jakarta, Bapak Heben Ezer pada tanggal 9 November 2015. Pada kesempatan pertama, disampaikan penguatan materi mengenai kepemanduan berdasarkan keputusan Kementerian Pariwisata. Materi bahasa Inggris, nara sumber lebih banyak menjelaskan tentang bagaimana menjelaskan suatu obyek kepada wisatawan sehingga wisatawan mengerti apa yang disampaikan oleh pemandu.

Pelatihan Cinderamata Kaos Sablon

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kaos Sablon Manual/Screen Printing  dilaksanakan pada tanggal 25-26 November 2015 di Kantor Balai Desa Sawarna. Materi Kaos Sablon disampaikan oleh tim dari Weekend Workshop atau yang dikenal dengan sebutan WeWo Craft.  Materi disampaikan dalam bentuk penyampaian teori dan praktek langsung.  Menggunakan bantuan infocus, pertama-tama peserta diajak untuk mengenal alat dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan prakarya.  Segera setelah peserta mengenal alat, bahan dan tata cara sablon kaos, maka peserta langsung mulai mencoba mempraktekkan tata cara sablon. Melalui pelatihan kaos sablon manual diharapkan akan tumbuh kelompok pengrajin kaos sablon Desa Sawarna yang dapat menghadirkan kaos produksi lokal sebagai salah satu cinderamata. Pada kesempatan ini pula disumbangkan peralatan dan bahan untuk pembuatan kaos sablon manual.

Program Tahun 2016

Studi Banding ke DI Yogyakarta dan Magelang

Pada 29-31 Agustus 2016 lalu, Indecon bersama Bank Indonesia dan pihak pengelola Desa Wisata Sawarna melakukan studi banding ke beberapa destinasi wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Studi banding dilakukan dengan mengunjungi Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Desa Nglanggeran, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, Kawasan Konservasi Mangrove di  Dusun Baros Kab. Bantul, serta Desa Candirejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Saat ini, Desa Wisata Sawarna baru dikelola oleh pemerintah desa dan belum memiliki lembaga yang khusus mengelola wisata secara profesional. Oleh karena itu, pihak Bank Indonesia dan Indecon mengharapkan adanya peningkatan kapasitas pengelola kelembagaan pariwisata di Desa Sawarna, terlebih setelah adanya kegiatan studi banding ini.

Peserta kegiatan studi banding ini ialah anggota pengelola Desa Wisata Sawarna, yang terdiri dari perangkat Desa Sawarna, Ketua Karang Taruna, anggota Badan Perwakilan Desa Sawarna, ketua pokdarwis dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Sawarna. Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka pun mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengatur dan mengelola kegiatan pariwisata untuk menjamin pelayanan dan ketertiban di desa wisata yang diharapkan dapat diterapkan di Desa Wisata Sawarna.

Peningkatan Kompetensi Lifeguard

Desa Sawarna dengan luas sekitar 2.500 hektar memiliki bentang alam yang indah dengan pemandangan hutan tropis, pantai, perbukitan, goa, persawahan, dan pelabuhan tradisional. Bentang alam tersebut menjadikan Desa Sawarna sebagai kawasan wisata yang lengkap dan mengagumkan. Sawarna dikenal memiliki daya tarik wisata utama yaitu pantai, diantaranya pantai pasir putih Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Legon Pari, dan Pantai Karang Taraje. Sawarna juga dikenal di kalangan peselancar karena memiliki ombak yang baik untuk olahraga selancar.

Keberadaan Badan Penyelamatan Wisata Tirta (Balawista) atau lifeguard di Pantai Sawarna menjadi suatu hal penting yang dapat memberikan rasa aman bagi para wisatawan. Meski secara lembaga Balawista Sawarna sudah ada, namun dengan hamparan pantai yang panjang jumlah personil dianggap masih kurang. Oleh karena itu,perlu dilakukan upaya rekruitmen dan pelatihan anggota Balawista Sawarna. Untuk itu,Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai tanggung jawab sosial dari korporasi,bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak serta Indonesia Ecotourism Network (Indecon) menyelenggarakan pelatihan lifeguard.

Pendidikan dan pelatihandilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 5–7 September 2016 dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki keinginan serta kepedulian untuk turut  menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan di pantai.Pelatihan diikuti oleh 30 pemuda Desa Sawarna yang dipilih oleh pemerintah desa. Pelatihan diawali dengan penyampaian materi di kantor Desa Sawarna dan dilanjutkan dengan kegiatan praktik lapangan di kolam renangAsih Bayahdan pantai Pulau Manuk.Harapannya, anggota lifeguard dapat mengimplementasikan pengalaman yang didapat selama pelatihan Balawista kedalam kegiatan berwisata di pantai Sawarna.

Pelatihan Kemasan Produk Pertanian

Keberadaan wisatawan yang tiap tahun makin banyak berkunjung ke kawasan wisata desa Sawarna membuat pengusaha-pengusaha lokal yang berbisnis oleh-oleh khas Sawarna makin berkembang. Oleh-oleh adalah hal yang penting di dalam kegiatan wsata karena bagi wisatawan membeli oleh-oleh adalah hal wajib yang menandakan wisatawan pernah berkunjung ke kawasan wisata tersebut. Di Sawarna ada kelompok tani yang terdiri dari 8 kelompok, mereka tetap melestarikan hasil tani bumi Sawarna yang bisa di jadikan oleh-oleh. Contoh hasil pertaniannya adalah Jagung, Pisang, Padi, Ubi jalar, dan masih banyak lagi. Oleholeh khas Sawarna yang sudah di kenal adalah pisang yang di jadikan sale. Sale pisang ini di buat masih dengan cara tradisonal tampa bahan pengawet tetapi bisa bertahan lama, itulah yang disukai oleh wisatawan. Tetapi oleh-oleh di Sawarna pengemasan nya masih kurang menarik wisatawan, khususnya wisatawan muda. Untuk itu Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai tanggung jawab sosial dari korporasi, dan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten lebak serta Indonesia Ecotourism Network (Indecon) telah menyelengarakan Pelatihan Pengemasan Produk Pangan Pertanian. Pelatihan kemasan ini di ikuti oleh 25 orang pengusaha makanan produk lokal dan pengerajin lokal yang diadakan dua kali. Pelatihan ini dilaksanakan tanggal 23 September 2016 dan 13 Oktober 2016

Pelatihan Administrasi Kelembagaan

Pelatihan Administrasi Kelembagaan dilaksanakn pada tanggal 06 0ktober 2016 di Balai Desa Sawarna. Pemberdayaan Masyarakat dan Modal Sosial sangatlah penting untuk terbentuknya sebuah lembaga. Merubah pola pikir menjadi lebih baik serta menerapkan karakter yang sudah di sepakati dengan membiasakannya. Harus bisa mengetahui apa yang terbaik kedepannya untuk perkembangan desa dan harus ada yang di percayai untuk jadi panutan. Saling belajar dan bisa menyerap ilmu dari luar, contoh : harus berteman dengan kelembagaan desa wisata lain agar bisa saling berbagi informasi dan bisa meminta pendapat apabila sedang terkena masalah. Modal Sosial bisa dibilang Kelembagaan dilihat dari:

  • Ada kemampuan melihat potensi kedepannya Karena modal sosial bisa melihat kondisi desa dari orang lain untuk bekerja sama
  • Sangat penting mengetahui siapa yang akan jadi panutan dan contoh di desa
  • Harus ada sanksi apabila suatu lembaga tidak melaksanakan tugasnya
  • Gunanya administrasi mendata semua yang bersangkut paut dengan desa agar ada modal sosialnya
  • Ada tabuangan kas organisasi (dari kita, oleh kita, untuk kita) Sudah merencanakan dan mencatat BKK (bukti kas keluar) BKM (bukti kas masuk)

Pelatihan Pemasaran dan Promosi

Keberadaan wisatawan yang kadang ramai dan kadang tidak ramai ini akibat kurang pemasaran dan promosi mengenai Desa Sawarna. PEMASARAN / MARKETING adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensia. Dari pengertian pemasaran di atas dapat di simpulkan bahwa pemasaran ialah roda usaha yang menjalankan adanya keiatan wisata di daerah itu. Semakin banyaknya pemasaran yang dilakukan maka akan banyak juga wisatawan yang akan datang. Untuk itu Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebagai tanggung jawab sosial dari korporasi, dan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten lebak serta Indonesia Ecotourism Network (Indecon) telah menyelengarakan Pelatihan Pemasaran dan Promosi. Pelatihan Pemasaran dan Promosi ini di ikuti oleh 15 orang yang mewakili para pengusaha-pengusaha lokal (Homestay, warung, pengerajin). Pelatihan ini di laksanakan tanggal 7 Oktober 2016.

Pelatihan Pengelola Website Pariwisata Desa Sawarna

Sebagai salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang, upaya promosi perlu terus dilakukan agar keberadaan Sawarna sebagai alternatif pilihan wisata bisa semakin dikenal di masyarakat luar, selain itu kemudahan mendapatkan informasi tentang potensi pariwisata Sawarna juga sangat diperlukan, agar masyarakat luar memiliki informasi yang lengkap sebelum memutuskan untuk pergi kesana. Keberadaan website sebuah destinasi wisata merupakan solusi terbaik saat ini untuk memberikan informasi soal potensi wisata yang ada di daerah tersebut, selain itu website juga bisa menjadi sarana promosi yang cukup efektif untuk memperkenalkan Sawarna ke masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu Bank Indonesia (BI) melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) melirik potensi dari website tersebut untuk diterapkan di desa Sawarna. Melalui Yayasan Indonesia Ecotourism Network (INDECON) Bank Indonesia (BI) mempercayakan program CSR nya untuk mengembangkan wisata Desa Sawarna. Pelatihan Website Sawarna ini di ikuti oleh 4 orang yang terdiri dari pemerintah desa sawarna dan masyarakat desa yang paham tentang dasar-dasar komputer. Pelatihan ini di laksanakan tanggal 27 oktober 2016.